Kamis, 06 Juli 2017

TEMPAT WISATA AIR YANG ALAMI DI KUDUS



6. WISATA BANJIR & BUKIT WONOSOCO UNDAAN

ig @masdekaje
ig@ulya_2405
Desa wonosoco terletak di kecamatan undaan, sekitar 20 KM keselatan dari pusat kota Kudus. Hamparan sawah yang ditanami padi siap menyambut para wisatawan yang mengunjugi desa ini.
Di sini terdapat sawah yang terendam banjir sepanjang musim penghujan sehingga terlihat seperti rawa rawa.
Disini juga terdapat bukit pegunungan kapur utara dan goa goa didalamnya yang bisa di jadikan spot menarik untuk berfoto.


5. AIR TERJUN KEDUNG GENDER

IG@ubaydee
Air Terjun ini terletak di desa Dukuh waringin,dawe, Kudus.
Tempat ini mendadak viral di medsos setelah pemerintah desa setempat mengelola akses jalan menuju lokasi. Dari penitipan sepeda motor anda harus berjalan 20 menit untuk sampai ke lokasi. Selama perjalanan anda akan disuguhi pemandangan pohon-pohon bamboo yang rindang dan asri.


4. AIR TERJUN TERNADI

unknown

Air terjun ternadi terletak di dukuh kaliyetno, ternadi, Dawe.
Akses ke lokasi sekitar 17 km ke utara pusat Kota kudus. Akses ke lokasi sudah bisa ditempuh dengan sepeda motor karena sudah dikelola warga setempat. Dulu, untuk ke sini perlu jalan kaki naik bukit hingga 40 menit untuk sampai ke lokasi. Jika ingin berkunjung kesini datanglah saat musim hujan. Karena air terjun ini tergolong musiman.


3. AIR TERJUN KALI BANTENG RAHTAWU


Air terjun kali banteng desa Rahtawu terletak +- 2 KM utara balai desa Rahtawu. merupakan salah satu air terjun yang aman digunakan mandi karena sudah dibuatkan kolam penadah dan gerojoganya berundak undak tidak terlalu tinggi. Kalau anda main ke sini harus wajib mandi untuk merasakan sensasi sejuknya air gunung muria.
Tiket masuk kelokasi masih murah yaitu Rp 2500; dan jangan lupa bawa pakaian renang jika ingin “jeguran” disini.


2. AIR TERJUN MONTEL COLO

unknown
Air Terjun Montel merupakan air terjun terbesar di Kudus. Dulu tempat ini sangat indah dan jadi idaman para keluarga saat berlibur. Namun, nasibnya sekarang terancam surut & memprihatinkan karena eksploitasi air sungai besar besaran oleh pengelola Tangki air isi ulang. Terletak di desa colo, dawe, Kudus. HTM sebesar Rp 5000 dan sudah ramai pedagang makanan di area ini. Jadi jangan takut kelaparan ya Gaess…


1. KALI GELIS RAHTAWU
ig@masdekaje
Kali Gelis Rahtawu terletak 22 KM utara pusat kota kudus. Atau 3 KM utara balai desa Rahtawu. Air kali ini sangat sejuk & segar karena belum tercemar oleh limbah industry maupun rumah tangga. Tempatnya juga belum terlalu ramai dan masih gratis gaesss… tempat ini cocok untuk tempat “jeguran” maupun camping.


Rabu, 05 Juli 2017

10 MOTOR KLASIK YANG HARGANYA MASIH MAHAL & EKSIS

Honda C70 Merah Orisinil

6. HONDA C70
Motor generasi ketiga ini mempunyai silinder 70 cc saja dan masih wira wiri sampai sekarang. Jok boncenger dan rider menjadi satu dan setangnya kini berbentuk V. Di generasi ini dikenal dengan nama “pitung” karena dalam bahasa jawa pitung puluh artinya tujuh puluh sesuai kubikasi cub ini. Motor ini memiliki harga yang masih tinggi dipasaran. Untuk di pulau jawa harga orisinil  mencapai 5 – 7 jutaan

Honda WIN 100 Orisinial

5. HONDA WIN 100
Motor para kaum pegawai negeri ini memang menjadi primadona karena terkenal irit BBM, bandel, dan mudah perawatannya. Di samping itu bentuknya yang tipis alias ramping menjadi pilihan saat bermanuver berada di pelosok maupun kota yang sesak. Harga Honda Win di pulau jawa dengan kondisi orisinil bias mencapai 5.5 – 7 juta an.

Vespa PX 125

4. VESPA
Vespa merupakan motor yang memiliki penggemar & club besar di Indonesia. Skuter asal Negeri pizza ini memang mempunyai desain yang nggak ada saingannya. Rata rata di Pulau Jawa & Sumatera harganya masih tinggi antara 4 – 9 juta an. Bahkan untuk jenis tertentu seperti Vespa 150S 1962 mencapai 30 Juta ke atas.

Honda CB 100 Orisinial

3. HONDA CB 100
Motor Honda CB 100 ini memang motor yang sangat luarbiasa, pasalnya dari dulu hingga sekarang ini motor ini masih dicari oleh banyak orang karena cocok untuk touring, walaupun saat ini sangat jarang mendapatkan Motor Honda CB 100 yang masih orisinil. Yaa maklum saja karena motor ini sudah sangat tua tentunya mempengaruhi kondisi mesinnya, sehingga banyak orang memilih memodifikasi Motor Honda CB 100 ini supaya mendapatkan performa mesin yang lebih stabil dan lebih nyaman untuk digunakan.
Untuk Harga Orisinil di pulau Jawa bisa mencapai 8 – 15 Juta an.

Suzuki TS 125 2004  Orisinil

2. SUZUKI TS 125
 Mulai diproduksi dan masuk di tanah air pada tahun 1993, dan distop produksinya pada tahun 2005. Motor  “PAK POLISI” ini selain terkenal tangguh dan kencang sekarang juga sangat sulit ditemukan. Kelangkaan ini membuat Harga Motor ini menjadi mahal. Sparepartnya pun sudah jarang. Harga motor orisinil di Pulau jawa & Sumatera bisa mencapai 15 – 20 juta. Tergantung kondisi.


RX King 135 Special Edition Orisinil

1. YAMAHA RX KING 135
Siapa sih yang tidak kenal motor legenda “RAJA JALANAN” 2 tak ini? Hampir semua kalangan pasti sudah kenal karena sudah diproduksi lebih dari 1 JUTA unit dari tahun 1983 – 2009. 10 tahun yang lalu motor ini lumayan murah karena diserang 4 Tak. Namun sekarang beda cerita, justru banyak diburu anak muda karena performa & suaranya yang khas dan tidak berubah. Karena banyak peminat & mudah dijual, motor ini semakin mahal di pasaran. Harga motor orisinil di pulau jawa berkisar antara 10 – 15 juta untuk seri 2005 kebawah, serta 20 – 30 juta untuk seri NEW 2006 – 2009.

*survey pulau Jawa berdasarkan pasar Forum Jual Beli

** Harga tidak mutlak, tergantung kondisi barang & kesepakatan Jual-Beli

Perkenalan Sejarah kota Kretek

GKK Kudus
DolanKudus – Kabupaten Kudus adalah sebuah kabupaten di provinsiJawa Tengah. Ibukota kabupaten ini adalah Kota Kudus, terletak di jalur pantai timur laut Jawa Tengah antara Kota Semarangdan Kota Surabaya. Kota ini berjarak 50 KM dari timur laut Kota Semarang.

Peta Kudus di Jateng
Kabupaten Kudus berbatasan dengan Kabupaten Pati di timur, Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Demak di selatan, serta Kabupaten Jepara di barat. Kudus dikenal sebagai kota penghasil rokok (kretek) terbesar di Jawa Tengah dan juga dikenal sebagai kota santri.

Kota ini adalah pusat perkembangan agama Islam pada abad pertengahan. Hal ini dapat dilihat dari adanya tiga makam wali/sunan, yaitu Sunan Kudus, Sunan Muria, dan Sunan Kedu.

Dahulu Kota Kudus bernama Kota "Tajug". Disebut Tajug karena di daerah tersebut terdapat banyak Tajug, Tajug merupakan bentuk atap arsitektur tradisional yang sangat kuno dipakai tujuan keramat. Tajug dahulunya dijadikan tempat bersembahyang warga Hindu. 

Dengan demikian kota Tajug dulunya sudah memiliki sifat kekeramatan tertentu, kota ini dianggap suci bagi warga setempat yang merupakan beragama Hindu.
Raden Ja'far Shadiq (Sunan Kudus) tidak menghilangkan makna kekeramatan dan kesucian kota Tajuk, terbukti Ja'far Shadiq (Sunan Kudus) menamai kota tersebut dengan nama Kota Kudus berasal dari bahasa Arab yang berarti Suci.

Kudus bukan satu-satunya kabupaten yang menyandang nama Arab di Tanah Jawa karena Kabupaten Demak dan Kabupaten Kendal juga berasal dari Bahasa Arab.Pada mulanya Sunan Kudus yang sedang mencari ilmu di Arab ,tepatnya di Palestina, di kota Yerusalem menghadapi sebuah wabah, lalu ditugaskan pemimpin daerah itu untuk menghentikannya, dan berhasil memusnahkan wabah tersebut.

Atas nama balas budi, pemimpin daerah itu memberi tanah kepada dia, tetapi dia menolak. Sunan Kudus lebih suka membina tanah di tanah jawa, lalu pemimpin daerah itu memberi sebuah piagam batu, sebagai tanda hadiah kepemilikan tanah. Setelah pulang ke jawa, Sunan Kudus berdakwah di Kota Tajug (nama Kota Kudus sebelum islam), lalu berdakwah, dan membangun masjid di sana.

Menara kudus
Kini masjid itu dikenal sebagai Masjid Menara Kudus, dan piagam kepemilikan tanah itu ditempatkan di atas mihrab, dan menandai berdirinya Kota Kudus. Sebenarnya disebut Al-Quds, tetapi karena lidah orang Jawa, cukup disebut Kudus saja.
Demikian itulah sejarah kota kudus yang sekarang menjadi salah satu roda penggerak Ekonomi terbesar di Jawa Tengah, dan salah satu sumber pajak Bea Cukai penyumbang Negara terbesar.

Penulis & Editor @masdekaje